Tidak boleh menolak

Pasal 2 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1970 menegaskan bahwa tugas pokok badan peradilan adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya. Hakim yang ditugaskan untuk memeriksa suatu perkara tidak dapat menolak dengan alasan apapun bahwa hukum tidak mengatur mengenai masalah tersebut, sebab hal ini berkaitan dengan asas yang dikenal dengan nama “Ius Curia Novit” yang menyatakan bahwa hakim tahu akan hukumnya. Dalam kondisi demikian, maka hakim diwajibkan untuk melakukan penemuan hukum terhadap perkara-perkara yang belum atau tidak ada hukumnya. Dalam ketentuan tersebut, mengisyaratkan akan adanya upaya oleh hakim untuk menggali nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Apabila hakim menolak terhadap perkara yang diajukan kepadanya berarti juga pengingkaran terhadap rasa keadilan yang hendak ditegakkan. Hakim sebagai salah satu perangkat pengadilan ditugaskan untuk menetapkan hubungan hukum yang sebenarnya antar kedua belah pihak yang bersengketa, yang sekaligus melakukan konkretisasi hukum terhadap perkara-perkara yang belum ada hukumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s